Jumat, 24 Juli 2009

Kekayaan dan Kebahagiaan

OLEH:ANDRIE WONGSO

Kekayaan dan Kebahagiaan

Seorang pemuda yang menjadi karyawan di suatu perusahaan bekerja sangat rajin dan bekerja keras. Selama bekerja pantang baginya datang terlambat dan pulang lebih awal. Setiap hari dia berangkat pagi – pagi sekali dan tiba di rumah larut malam. Hal itu dilakukannya enam hari dalam seminggu selama bekerja di perusahaan itu. Suatu hari karena lelah dan ngantuk luar biasa, diapun mengalami kecelakaan. Karena kecelakaan itu maka dia harus beristirahat di rumah sakit. Di rumah sakit itu dia bersebelahan ranjang dengan seorang pria paruh baya. Setelah saling bersapa satu sama lain, tidak berapa lama mereka pun terlibat obrolan seru. Lalu orang tua yang dipanggilnya paman itu bertanya pada pemuda itu mengapa dia bekerja begitu keras dan penuh semangat. Pemuda itu lalu berkata bahwa apa yang dilakukannya itu karena termotivasi bosnya yang sangat sukses. Dna kelak nantinya pemuda itu juga ingin sukses seperti bosnya itu. Karena itu dia meneladaninya agar suatu hari pemuda itu bisa sukses seperti bosnya.

Kemudian paman itu bertanya kepadanya mengenai indikasi kesuksesan bos pemuda itu. Pemuda itu berkata bahwa di usia muda bosnya sudah mampu menghasilkan harta melimpah, mempunyai beberapa perusahaan dan banyak karyawan, mempunyai relasi orang – orang hebat, dan selalu berpenampilan sangat menawan dengan pakaian indahnya. Paman di sebelah ranjangnya itu lalu memberikan pertanyaan yang membuatnya tercenung sesaat. Apakah bos pemuda itu termasuk dalam orang yang bahagia? Setelah terdiam sesaat lalu pemuda itu menjawab bahwa memang dia jarang sekali melihat dan mendengar bosnya itu tertawa, bahkan tersenyum pun bukan hal yang mudah baginya. Dia menderita sakit maag akut, keluarganya berantakan, istrinya meninggalkannya.


Dan suatu ketika pemuda itu diminta untuk mengantarkan dokumen ke rumah bosnya yang besar, megah dan mewah itu, nampak terasa kekosongan, sepi dan suram. Sambil menatap lebih seksama ke arah paman di seberang ranjangnya, pemuda itu berkata bahwa dia tidak pernah memikirkan soal kebahagiaan. Karena baginya sukses adalah kaya, hebat dan keren. Namun sekarang dia tersadar bahwa memiliki rumah dan uang yang banyak ternyata tidak menjamin kebahagiaan.


Dengan tersenyum paman itu berkata bahwa kecelakaan kecil ini adalah bukti kasih sayang Tuhan padanya, karena dengan beristirahat sejenak di rumah sakit ini maka pemuda itu diberikan waktu untuk berpikir dan membenahi diri. Kerja keras itu baik dan positif asal tahu untuk apa itu semua. Menjadi kaya itu tidak salah, tapi usahakanlah untuk menjadi orang kaya yang bahagia.








Memiliki kekayaan sebanyak apapun tidak menjamin kebahagiaan, apalagi jika memperolahnya dengan melanggar hukum alam, hukum negara serta mengorbankan nama baik diri sendiri dan keluarga, maka semua itu akan sia – sia belaka.
Karena itu tetap semangat dalam berkarya dan berikhtiar dalam cara yang positif, baik dan halal. Lebih utama lagi mampu membangun dengan seimbang tanpa mengesampingkan diri sendiri apalagi untuk keluarga.
x

Tidak ada komentar:

Posting Komentar